Mau berterimakasih sama setiap kepala yang ikut kebawa di JOP Express tahun ini. Kalian memang luar biasa. Mulai dari rapat jauh jauh hari, Dipi yang dengan wajahnya yang adem dan sangat rela kami tumbalkan sebagai redpel JOP Express, kepalamu sungguh adalah inti dari lahirnya bayi bayi eksemplar JOP Express itu. Aku dengan sangat rela dan suka hati ngajak kamu ke kosan biar kamu bisa mandi, Dip. Nggak tega liat kamu seharian full di depan laptop ngurusin tulisan anak-anak. Itu bajunya dibalikin jangan lupa. Hahaha. BIG APPLAUSE FOR HER. No one could be that patient and no one could ever ngeditin berita dengan kalem sambil nunjukin ekspresi yang lempeng dan teduh selain kamu, Dip. Pokoknya paragraf satu tulisan ini aku persembahkan khusus buat kamu. Another round of applause pleaseeee!!
27 Agustus 2015
23 Agustus 2015
Bahkan Tak Mampu Memberi Judul pada Tulisan Ini
Terkadang, seseorang merasa memiliki terlalu banyak waktu luang hingga tak tahu apakah kehadirannya di antara manusia-manusia yang lain ada gunanya. Namun juga tak jarang, seseorang merasa 24 jam pun masih sangat kurang untuk melakukan berbagai macam hal. Setiap kali aku berhenti membiarkan pikiranku melalang buana di berbagai arah dan mencoba menjadi berguna barang satu menit untuk fokus lalu berpikir, aku selalu menyadari bahwa sesungguhnya manusia tidak berbeda barang satu hal pun. Manusia sama-sama punya waktu 24 jam sehari untuk digunakan melakukan apa pun semau mereka, terlepas dari rutinitas, deadline, dan jadwal yang mengatur tubuh serta pikiran mereka. Tapi menjadikan setiap menit bahkan setiap detik menjadi berguna, adalah maha karya akal yang mereka buat sendiri. Hal ini yang terkadang menimbulkan perbedaan.
5 Agustus 2015
First LOVE
Aku nggak pernah sejatuh cinta ini sama
novel karangan siapa pun. Nggak pernah
sebelum suatu hari ayah merekomendasikan sebuah novel yang baru cetak, karya
Andrea Hirata judulnya Ayah. Tanpa banyak cincong, aku langsung terima novel
itu untuk menuhin rak buku di kosan. Baca novel ini, kayak nggak kenal waktu
aja. Rasanya pingin bacaaa terus. Bangun tidur, langsung baca. Baru nyampe
kosan habis dari kuliah, langsung baca. Habis dari kamar mandi, langsung baca. Yang
harusnya nugas, malah baca nih novel. Aaahh.. bahagia banget rasanya bisa baca
novel ini. Selesai baca, aku langsung bilang sama ayah kalo novel ini juara
banget. Jadilah ayah minta balik novel yang harusnya dia beliin buat aku itu. Aku
disuruh beli lagi yang baru, tapi ya beda lah rasanya beli baru sama punya yang
udah dibalik lembar per lembarnya. Akhirnya novel itu aku ikhlasin aja buat
ayah, karena udah terlanjur dicoret-coret ama doi.
1 Juli 2015
Bermula dari Seekor Laron: Everything Happens for A Reason
HELLAAWW JULY~
Ini udah hari ke 14 puasa, H-1 UAS, bosen belajar, malah kepikiran yang lain-lain.
Ceritanya, waktu itu malam ke 2 di bulan Ramadhan, lagi nongkrong di balkon depan kamar. Aku ngetawain temen kosku yang bilang kalo laron itu hewan paling nggak berguna. Hidupnya cuman muter-muter di lampu, terus mati. Aku ketawa dan aku jawab, laron kan buat makanan cicak. Dulu waktu masih bocah (walopun sekarang juga masih bocah), aku juga sempet mikir kayak gitu dan pasti banyak orang yang berpikiran sama. Well, people grow up, dude. So do I. Coba point of view upon every little thing agak diubah, geser ke sudut pandang yang lain. And you will notice that everything happens for a reason. Ngapain Tuhan bikin laron kalo nggak ada gunanya hayoo?
30 Juni 2015
What I Personally Feel About Same-Sex Marriage
Tulisan ini dibuat di hari ke 13 bulan suci Ramadhan yang tolong-ya-Allah-Kalista-jangan-dibikin-sering-ngantuk-takut-sia-sia-puasanya, di tengah kejenuhan dan kelelahan menanti UAS yang tak kunjung tiba dan tanggal main pulang kampung yang masih lama.
Jadi ceritanya lagi baca DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) buat UAS klinis, lalu kepikiran kenapa nggak ada sexual orientation disorder buat homosexual (ya karna 5 dari 7 orang yang bikin DSM ternyata homo) dan tiba-tiba otakku nyambung ke same-sex marriage yang baru tanggal 26 Juni lalu (kalo nggak salah), diperbolehkan di USA. Di twitter, facebook, instagram, ask fm dan segala jenis social media pada rame pake hashtag #lovewins dan pada pasang foto profil pelangi yang nandain dukungan mereka buat same-sex marriage.
22 Juni 2015
Ayah 'Pulang'
Ramadhan hari keempat. Saat aku usai membasuh sekujur tubuhku dengan air hangat di pagi yang sejuk..
Mungkin aku tidak terlihat gemetar, saat ayah bilang lebaran ini ayah akan 'pulang' ke Banjarmasin. Iya, 'pulang'.. ke kota yang dulu sempat menjadi rumah bagi ayah, kota yang dulu mencatat setiap jam berapa ayah mulai mengengkol vespa-nya untuk berangkat ke kantor, kota yang dulu sempat menyaksikan konflik kecil antara aku dan temanku saat berlomba menyambut ayah yang baru pulang bekerja, kota yang dulu turut mendengar betapa lantangnya suara ayah saat menjelaskan pelajaran matematikan yang tidak aku mengerti, kota yang telah lengkap mengindra setiap peristiwa kehidupan keluarga kecil kami.
14 Mei 2015
Apa Aja For This Five Months
Sudah sekian lama sejak
terakhir kalinya ngisi nih blog sama entah apa pun itu. Niatnya mau nyelesaiin
postingan selama di Rusia, akhirnya nggak kesampean sampai sekarang. Dan penundaan
itu selalu berujung pada penyesalan, dude. Karena sekarang, laptop yang aku
pake adalah punya daddy, laptopku tertjintah yang belum genap setahun aku
pegang, tetiba hardisknya rusak dan segala tetek bengek di dalemnya pun musnah
(termasuk foto-foto selama di Rusia dan lagu-lagu jadulnya Super Junior dari
tahun 2005). Tapi sebenernya nggak tiba-tiba juga rusaknya, gegara tangan aku
suka nggak bener aja kalo pegang gadget.
