3 Ramadhan 1437 H
Khatib tarawih
malam ini, tidak semembosankan khotib tadi malam. Isi ceramahnya lebih menarik
perhatianku daripada isi ceramah khotib malam sebelumnya. Ia bicara tentang
potensi dan kemampuan. Dua kata itu. Diulang-ulang dari awal sampai akhir, dari
pembuka sampai penutup. Aku tidak paham maksudnya sampai ia tiba pada kalimat
tentang kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional. Aku baru mengerti
ketika ia tiba pada penjelasan tentang menuntut ilmu sampai negeri Cina dan tingkatan
taqwa orang-orang yang berilmu. Intinya bukan sekedar tentang ajakan menimba
ilmu lalu hasil timbaan itu digunakan untuk hal-hal yang memberi manfaat. Tapi tentang
menumbuh suburkan apa yang sudah ada di dalam diri setiap ubun-ubun.