Pertama-tama, permintaan maaf yang sebesar-besarnya ingin saya tujukan pada siswa-siswi SD Sumurboto kelas 4A hari ini yang telah terbodohi oleh keberadaan saya. Ini semua diluar skenario dan sutradaranya bukan saya. *ditabok*.
Project ketiga Sunshine AIESEC Undip, seperti biasa masih mengisi hari-hari membosankan liburanku semester ini. Sebenernya pingin aja mendekam di kost sampai berlumut dan berjamur, tapi rupanya beberapa spesies jamur dan lumut masih enggan numbuh, jadi aku lebih milih buat menggerakkan sedikit sendi-sendiku dengan jalan bentar ke SD Sumurboto. Semarang masih kayak hari-hari biasa di musim penghujan. Dingin dan membuai kedua biji mataku buat nempel ke kasur. Tapi panggilan anak-anak SD yang meraung minta diajar akhirnya membangunkanku.
Satu per satu exchange participant (EP) tumbang. Gegara macem-macem lah. Selama ini mereka selalu hidup di lingkungan yang terlampau aman sejahtera dan terkendali. Jadi, begitu mereka mbelesek di Semarang, yang kondisinya jauh berbeda sama tempat asal mereka, sistem pertahanan tubuh mereka pun langsung letoy loyo nggak berdaya.



